<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>
Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Sayembara Mencari "Buku Putih", 1001 Solusi Anti BBM Naik

.....“sekarang  pemerintahan Jokowi jadi aneh, harga minyak dunia turun, tapi malah menaikkan harga BBM. DPR harus meminta pertanggung jawaban dan penjelasan pemerintah.......”...

Buku Putih PDIP mendadak jadi topik bahasan menarik para pengamat politik dan ekonomi seiring sikap calon presiden terpilih dalam Pilpres 2014 Joko Widodo alias Jokowi untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Jokowi bersikukuh harga BBM harus naik kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelas menyatakan bahwa kini tak tepat waktunya untuk menaikkan harga BBM seperti kehendak Jokowi. Sikap itu tentu saja didukung oleh sebagian politikus PDIP yang mendukung Jokowi, serta media massa yang sejak Pilpres 2014 lalu menjadi saluran propaganda Jokowi-JK.

Pemerintah Indonesia “Mengguncang” Dunia

Garuda Perkasa
Baru kali ini – setidaknya dalam catatan saya – sebuah kebijakan pemerintah Indonesia mampu “mengguncang” dunia. Akibat kebijakan ini, sejumlah pihak baik perusahaan besar dunia maupun negara-negara terkemuka dan maju, berusaha mendekati pemerintah Indonesia. 

Jika sebelumnya, pemerintah Indonesia-lah yang melobi pihak-pihak tersebut, kini sebaliknya. Bukan hanya melobi, mereka juga melakukan berbagai cara untuk memengaruhi pemerintah Indonesia untuk mengubah kebijakan tersebut.

Kebijakan apakah gerangan?

Mungkin Anda sudah tahu lewat beberapa berita belakangan ini. Bank Dunia misalnya mengkritik kebijakan ini, karena menyusahkan pengusaha mancanegara. Bank Dunia meminta Indonesia merevisi kebijakan ini atau sedikit melonggarkannya. Menurut Bank Dunia, kebijakan ini akan membuat iklim investasi terganggu. Bank Dunia pasti menyuarakan sejumlah negara dan perusahaan besar dunia yang terdampak kebijakan ini.

Lokalisasi Prostitusi Dolly Ditutup


Rabu (18/6/2014) ini bakal menjadi hari yang bersejarah bagi warga Surabaya dan dunia prostitusi. Sebab, lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara, yakni lokalisasi Dolly, ditutup oleh pemerintah Kota Surabaya.

Mulai hari ini, Kota Pahlawan ini ingin mengubah sebutan kota seribu Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan kota budaya. Wali Kota Tri Rismaharini menginginkan, saat orang berbicara soal Surabaya, bukan lokalisasinya yang disebut-sebut, tapi budayanya. Surabaya yang memelihara budaya positif warganya.

Prabowo Punya Beban Sejarah, Jokowi Miliki Beban Mental

Menjadi presiden memang harus memiliki segalanya, mulai dari kapabilitas hingga kredibilitas. Jika banyak yang mengatakan bahwa langkah Prabowo menjadi presiden akan susah karena memiliki beban kelam masa lalu, apakah hal serupa juga berlaku bagi Jokowi? Mari kita lakukan simulasi.

Skenario Pertama: Prabowo kalah. Kemungkinan paling besar ia akan kehilangan banyak uang untuk membiayai kampanyenya selama 6 tahun terakhir, seperti kata Anies Baswedan, di berbagai media.

Menjaga Kemurnian Khittah NU

“Khitah juga merupakan landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga nahdliyin”

Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) legislatif sudah selesai, pemilihan presiden ibarat tinggal menghitung hari. Pesta demokrasi tiap lima tahun tersebut merupakan salah satu ujian terberat dan bersifat permanen bagi Khitah Nahdlatul Ulama (NU). Khusus di Jateng, hal itu mengingat provinsi ini merupakan salah satu basis warga nahdliyin.

Apabila dalam pemilu legislatif kemurnian khitah bisa terjaga, niscaya pada pelaksanaan pilpres mendatang khitah juga selamat. Konsekuensinya, pada pileg 9 April 2014 warga nahdliyin, baik yang berada dalam ranah struktural maupun kultural, wajib hukumnya untuk menjaga kemurnian.